Unicorn di Jalan Tol dan Kiamat yang Datang Terlambat
Bab 1: Kecelakaan yang Tidak Masuk Akal
Elliot Kintner bukan orang yang doyan cari masalah. Dia lebih suka hidupnya datar-datar saja—pergi kerja, pulang, minum kopi, tidur, ulangi. Kalau bisa, jangan ada kejadian aneh-aneh. Tapi nasib, seperti biasa, lebih suka ngerjain orang yang terlalu berharap semuanya baik-baik saja.
Di suatu malam yang tampak biasa, dia menyetir dengan malas, membawa putrinya, Ridley, menuju pertemuan manajemen krisis dengan bosnya, Odell Leopold. Ridley, remaja yang setengah waktunya dihabiskan untuk mendengarkan lagu-lagu aneh di Spotify dan setengahnya lagi untuk berpikir tentang kenapa dunia ini begitu menyebalkan, duduk di sebelahnya sambil memainkan ponselnya.
Sampai tiba-tiba…
DUARR!
Ya, unicorn.
Makhluk mitologi. Kuda bertanduk. Yang biasanya muncul di film-film anak-anak yang penuh warna pastel dan musik ceria. Tapi ini? Ini nyata. Dan unicorn ini nggak bangkit sambil berkilauan seperti di kartun. Dia cuma tergeletak di tengah jalan dengan ekspresi antara shock dan kesal, seperti baru saja ketabrak oleh mobil manusia paling tolol di dunia.
Ridley, yang sejak kecil percaya bahwa unicorn adalah simbol keajaiban dan kemurnian, sekarang hanya bisa melongo. "Ayah… kita baru aja… nabrak… seekor makhluk yang seharusnya gak eksis?"
Elliot hanya bisa memijat keningnya. "Kamu pikir aku harus laporan ke asuransi? ‘Maaf Pak, mobil saya rusak karena tabrakan dengan makhluk mitologi’? Mereka bakal langsung nutup telepon."
Bab 2: Keluarga Leopold yang Sok Kaya dan Jahat
Dalam keputusasaan mereka, muncullah mobil hitam mengilap yang berhenti tepat di depan mereka. Dari dalam keluar beberapa pria berbadan besar dengan jas hitam, yang wajahnya mengingatkan Elliot pada gorila yang baru lulus S2 di bidang kejahatan.
Dan dari dalam mobil, keluarlah Odell Leopold.
Odell adalah tipe orang yang jika dunia ini adalah film kartun, dia pasti punya tawa "MUAHAHAHA" setiap kali berbicara. Pria paruh baya dengan setelan mahal, rambut yang ditata seperti baru keluar dari salon, dan tatapan mata penuh perhitungan seperti kalkulator berjalan.
"Ah, Elliot!" katanya dengan senyum predator. "Tampaknya kau telah menemukan sesuatu yang sangat… berharga."
Elliot menelan ludah. "Odell, aku gak tahu gimana menjelaskannya, tapi—"
"Simpan omong kosong itu." Odell melambai ke bawahannya. "Ambil makhluk ini. Kita harus memanfaatkannya sebelum ada orang lain yang tahu."
Ridley segera maju, ekspresinya berapi-api seperti aktivis lingkungan yang baru saja minum kopi terlalu banyak. "Pak, Anda gak bisa begitu aja nangkep makhluk ini! Ini kan… unik! Ini harusnya dilindungi!"
Odell menatapnya sebentar, lalu menoleh ke Elliot. "Anakmu selalu banyak bicara begini?"
"Ya. Setiap hari," jawab Elliot dengan lelah.
Odell terkekeh. "Bagus. Dunia butuh orang-orang idealis… sebagai pengalih perhatian."
Dan dengan itu, unicorn malang itu dibawa pergi.
Bab 3: Sains dan Kejahatan Berjalan Beriringan
Di markas rahasia keluarga Leopold—yang lebih mirip laboratorium jahat di film-film daripada kantor perusahaan bioteknologi—para ilmuwan segera bekerja. Mereka memeriksa unicorn itu, mengambil darahnya, dan segera menemukan sesuatu yang menggemparkan: darah unicorn punya kekuatan penyembuhan supernatural.
Ini berarti…
Bab 1: Kecelakaan yang Tidak Masuk Akal
Elliot Kintner bukan orang yang doyan cari masalah. Dia lebih suka hidupnya datar-datar saja—pergi kerja, pulang, minum kopi, tidur, ulangi. Kalau bisa, jangan ada kejadian aneh-aneh. Tapi nasib, seperti biasa, lebih suka ngerjain orang yang terlalu berharap semuanya baik-baik saja.
Di suatu malam yang tampak biasa, dia menyetir dengan malas, membawa putrinya, Ridley, menuju pertemuan manajemen krisis dengan bosnya, Odell Leopold. Ridley, remaja yang setengah waktunya dihabiskan untuk mendengarkan lagu-lagu aneh di Spotify dan setengahnya lagi untuk berpikir tentang kenapa dunia ini begitu menyebalkan, duduk di sebelahnya sambil memainkan ponselnya.
Sampai tiba-tiba…
DUARR!
Mobil mereka menabrak sesuatu. Bukan sesuatu yang wajar seperti anjing nyasar atau tiang listrik yang muncul tiba-tiba. Bukan, yang mereka tabrak adalah seekor unicorn.
Ya, unicorn.
Makhluk mitologi. Kuda bertanduk. Yang biasanya muncul di film-film anak-anak yang penuh warna pastel dan musik ceria. Tapi ini? Ini nyata. Dan unicorn ini nggak bangkit sambil berkilauan seperti di kartun. Dia cuma tergeletak di tengah jalan dengan ekspresi antara shock dan kesal, seperti baru saja ketabrak oleh mobil manusia paling tolol di dunia.
Ridley, yang sejak kecil percaya bahwa unicorn adalah simbol keajaiban dan kemurnian, sekarang hanya bisa melongo. "Ayah… kita baru aja… nabrak… seekor makhluk yang seharusnya gak eksis?"
Elliot hanya bisa memijat keningnya. "Kamu pikir aku harus laporan ke asuransi? ‘Maaf Pak, mobil saya rusak karena tabrakan dengan makhluk mitologi’? Mereka bakal langsung nutup telepon."
Bab 2: Keluarga Leopold yang Sok Kaya dan Jahat
Dalam keputusasaan mereka, muncullah mobil hitam mengilap yang berhenti tepat di depan mereka. Dari dalam keluar beberapa pria berbadan besar dengan jas hitam, yang wajahnya mengingatkan Elliot pada gorila yang baru lulus S2 di bidang kejahatan.
Dan dari dalam mobil, keluarlah Odell Leopold.
Odell adalah tipe orang yang jika dunia ini adalah film kartun, dia pasti punya tawa "MUAHAHAHA" setiap kali berbicara. Pria paruh baya dengan setelan mahal, rambut yang ditata seperti baru keluar dari salon, dan tatapan mata penuh perhitungan seperti kalkulator berjalan.
"Ah, Elliot!" katanya dengan senyum predator. "Tampaknya kau telah menemukan sesuatu yang sangat… berharga."
Elliot menelan ludah. "Odell, aku gak tahu gimana menjelaskannya, tapi—"
"Simpan omong kosong itu." Odell melambai ke bawahannya. "Ambil makhluk ini. Kita harus memanfaatkannya sebelum ada orang lain yang tahu."
Ridley segera maju, ekspresinya berapi-api seperti aktivis lingkungan yang baru saja minum kopi terlalu banyak. "Pak, Anda gak bisa begitu aja nangkep makhluk ini! Ini kan… unik! Ini harusnya dilindungi!"
Odell menatapnya sebentar, lalu menoleh ke Elliot. "Anakmu selalu banyak bicara begini?"
"Ya. Setiap hari," jawab Elliot dengan lelah.
Odell terkekeh. "Bagus. Dunia butuh orang-orang idealis… sebagai pengalih perhatian."
Dan dengan itu, unicorn malang itu dibawa pergi.
Bab 3: Sains dan Kejahatan Berjalan Beriringan
Di markas rahasia keluarga Leopold—yang lebih mirip laboratorium jahat di film-film daripada kantor perusahaan bioteknologi—para ilmuwan segera bekerja. Mereka memeriksa unicorn itu, mengambil darahnya, dan segera menemukan sesuatu yang menggemparkan: darah unicorn punya kekuatan penyembuhan supernatural.
Ini berarti…
- Bisa menyembuhkan penyakit apapun.
- Bisa memperpanjang usia manusia.
- Bisa membuat orang kaya makin kaya karena harga jualnya pasti lebih gila dari NFT yang viral.
Elliot mulai merasa mual. Ridley mulai ingin meninju seseorang.
Sementara itu, unicorn itu sendiri mulai terlihat semakin lemah. Seolah-olah kehidupannya perlahan dikuras.
Tapi masalah yang lebih besar segera datang.
Karena ketika kau menyakiti anak unicorn, ada dua makhluk yang bakal ngamuk: orang tuanya.
Bab 4: Datangnya Duo Pembantai dengan Tanduk Berkilauan
Di tengah malam yang tenang, gerbang fasilitas Leopold tiba-tiba dihancurkan oleh sesuatu yang bergerak lebih cepat dari truk supir ngantuk.
DUARR!
Dua unicorn dewasa masuk ke dalam markas seperti malaikat pencabut nyawa yang akhirnya muak dengan manusia. Mata mereka menyala seperti lampu stadion, tanduk mereka memancarkan energi yang lebih berbahaya dari reaktor nuklir yang bocor.
Dan mereka marah.
Sangat.
Satu per satu penjaga dihabisi. Para ilmuwan yang mencoba melarikan diri justru tersandung oleh kabel dan jatuh ke lantai seperti figuran dalam film aksi kelas B.
Odell, yang akhirnya sadar bahwa situasinya berubah dari "menjanjikan" menjadi "kiamat kecil", mencoba melarikan diri. Tapi Elliot dan Ridley akhirnya memutuskan: ini saatnya menghentikan kegilaan ini.
Bab 5: Karma Itu Nyata dan Bentuknya Seekor Unicorn
Elliot dan Ridley bergegas membebaskan unicorn yang tertangkap.
Ridley, dengan segenap tekadnya, membuka kandang, dan unicorn yang hampir mati itu akhirnya bisa bangkit. Dengan sisa tenaganya, dia menatap orang tuanya… dan sesuatu terjadi.
Kilatan cahaya memenuhi ruangan.
Dan tiba-tiba, semua orang yang bersalah—Odell dan para ilmuwannya—mulai mengalami sesuatu yang tak mereka duga: tubuh mereka mulai berubah.
Jari mereka jadi kuku. Hidung mereka jadi moncong.
Mereka… berubah menjadi manusia-unicorn hibrida yang konyol.
Odell menatap ke cermin dan berteriak. "AKU JADI APA INI?!"
Ridley terkikik. "Karma, Pak. Karma berbentuk tanduk emas."
Dan dengan itu, para unicorn menghilang ke dalam hutan.
Epilog: Hidup Normal Itu Mustahil Sekarang
DUARR!
Dua unicorn dewasa masuk ke dalam markas seperti malaikat pencabut nyawa yang akhirnya muak dengan manusia. Mata mereka menyala seperti lampu stadion, tanduk mereka memancarkan energi yang lebih berbahaya dari reaktor nuklir yang bocor.
Dan mereka marah.
Sangat.
Satu per satu penjaga dihabisi. Para ilmuwan yang mencoba melarikan diri justru tersandung oleh kabel dan jatuh ke lantai seperti figuran dalam film aksi kelas B.
Odell, yang akhirnya sadar bahwa situasinya berubah dari "menjanjikan" menjadi "kiamat kecil", mencoba melarikan diri. Tapi Elliot dan Ridley akhirnya memutuskan: ini saatnya menghentikan kegilaan ini.
Bab 5: Karma Itu Nyata dan Bentuknya Seekor Unicorn
Elliot dan Ridley bergegas membebaskan unicorn yang tertangkap.
Ridley, dengan segenap tekadnya, membuka kandang, dan unicorn yang hampir mati itu akhirnya bisa bangkit. Dengan sisa tenaganya, dia menatap orang tuanya… dan sesuatu terjadi.
Kilatan cahaya memenuhi ruangan.
Dan tiba-tiba, semua orang yang bersalah—Odell dan para ilmuwannya—mulai mengalami sesuatu yang tak mereka duga: tubuh mereka mulai berubah.
Jari mereka jadi kuku. Hidung mereka jadi moncong.
Mereka… berubah menjadi manusia-unicorn hibrida yang konyol.
Odell menatap ke cermin dan berteriak. "AKU JADI APA INI?!"
Ridley terkikik. "Karma, Pak. Karma berbentuk tanduk emas."
Dan dengan itu, para unicorn menghilang ke dalam hutan.
Epilog: Hidup Normal Itu Mustahil Sekarang
Setelah kejadian itu, Elliot dan Ridley mencoba kembali ke kehidupan biasa mereka.
Tapi sulit. Karena sekarang mereka tahu satu fakta yang mengerikan.
Bahwa unicorn itu nyata.
Dan mereka tak akan pernah lagi bisa melihat kuda poni di taman dengan cara yang sama.
Tapi sulit. Karena sekarang mereka tahu satu fakta yang mengerikan.
Bahwa unicorn itu nyata.
Dan mereka tak akan pernah lagi bisa melihat kuda poni di taman dengan cara yang sama.

0 Komentar